Hai, selamat datang di blog saya | Nama saya Ridwan, mahasiswa baru di salah satu PTK Indonesia.. | Semoga pembaca dapat menikmati blog saya yang sederhana ini.. ;)

Teknologi untuk Kehidupan Sosial | Technology for Social Life


Di tahun 2013 ini seperti kita tahu sedang marak-maraknya pengembangan teknologi dari segi fungsinya, terutama untuk kehidupana sosial, atau bisa di sebut “Teknologi untuk Kehidupan Sosial”. Karena tidak bisa dipungkiri memang peran teknologi sangat berpengaruh untuk segala aspek kehidupan tidak terkecuali kehidupan sosial.  Menurut saya sekarang terdapat 4 kalangan yang sedang marak mengembangkan Teknologi untuk Kehidupan Sosial ini (dalam kasus ini akan diambil contoh social mdia), yaitu:

1.    Personal
2.    Pengusaha
3.    Politikus, Artis, dan Tokoh Masyarakat
4.    Pemerintah

Dari 4 point di atas, mari kita jabarkan lagi lebih detail, check this out..

1.    Personal



Yang dimaksud personal disini bukan hanya untuk perseorangan tapi juga untuk kelompok. Di kalangan personal atau bisa dikatakan “masyarakat” penggunaan teknologi untuk kehidupan sosial yang paling mencolok adalah maraknya penggunaan akun social media. Diantaranya ada Facebook, Twitter, Instagram, Path, dll. Itu terbukti Menurut data dari Webershandwick, “Perusahaan public relations dan pemberi layanan jasa komunikasi, untuk wilayah Indonesia ada sekitar 65 juta pengguna Facebook aktif. Sebanyak 33 juta pengguna aktif per harinya, 55 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile dalam pengaksesannya per bulan dan sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile per harinya.

Pengguna Twitter, berdasarkan data PT Bakrie Telecom, memiliki 19,5 juta pengguna di Indonesia dari total 500 juta pengguna global. Jejaring sosial lain yang dikenal di Indonesia adalah  Path dengan jumlah pengguna 700.000 di Indonesia. Line sebesar 10 juta pengguna, Google+ 3,4 juta pengguna dan Linkedlin 1 juta pengguna.” (sumber : http://nasional.sindonews.com/read/2013/11/07/15/802909/indonesia-masuk-5-besar-dunia-pengakses-twitter).

 Para personal atau individu ini kebanyakan menggunakannya untuk berkomunikasi satu sama lain, baik secara tertulis maupun lisan. Tidak hanya kepada khalayak yang mereka kenal saja, para individu bahkan cenderung menggunakan teknologi untuk berbelanja, belajar, mencari informasi maupun berkreasi. Tapi nih ya.. Apabila kita lihat dari dua sisi, berkomunikasi dengan perantara teknologi ini mempunyai sisi baik dan buruk. Tapi sepertinya point ini tidak perlu diperdalam juga pembaca pasti sudah tahu maksud saya. ;)

Satu lagi yang marak adalah, mereka menggunakannya untuk menunjukkan atau “memamerkan” dirinya agar menjadi sorotan disana dan menjaga eksistensinya. Ya mungkin ini sekarang dijadikan acuan dan takaran “gaul” atau tidaknya seseorang. Memang agak ganjil sih, tapi sepertinya pandangan masyarakat kita sudah berubah. Dan semuanya sekarang mengacu kepada teknologi.  O.o

2.    Pengusaha





Di kalangan pengusaha tentu teknologi jelas sangat berpengaruh dan sangat dibutuhkan, karena teknologi sangat berperan penting. Terutama dalah hal sosialisasi produk/jasa mereka kepada konsumen. Nah kan sekarang masyarakat sudah menggunakan teknologi untuk menunjang aktifitas nya, termasuk juga berbelanja. Jadi para pengusaha ya tidak punya pilihan lain. Mereka haru melebarkan sayap marketingnya ke ranah “Online”.

Coba kita lihat, banyak situs-situs online yang bertebaran sekarang. Baik itu situs perusahaan atau situs pribadi. Mereka semua bersaing di ranah “Online” ini. Mereka berlomba menciptakan website yang dapat menarik konsumen dari segi fitur maupun design yang menarik.

Selain situs-situs online yang berkepemilikan atas personal ataupun perusahaan di atas, ada juga situs online yang bisa dibilang “pasar online”. Kenapa saya katakan pasar online? Karena disana berkumpul para penjual dan pembeli yang akan bertransaksi, namun mereka tidak mau repot dan memanfaatkan teknologi untuk menjembataninya, situs-situs tersebut contohnya seperti tokobagus.com dan berniaga.com. sebenarnya masih banyak lagi definisi situs-situs pengusaha yang bisa di gali, tapi dari sedikit contoh diatas saja itu sudah bisa membuktikan betapa besar perannya teknologi dalam pengembangan para Pengusaha.

3.    Politikus, Artis, dan Tokoh masyarakat






Sudah tidak aneh lagi sekarang.. banyak sekali caleg-caleg, artis, maupun tokoh masyarakat yang mencari sensasi lewat  teknologi yang sedang naik daun saat ini. Terutama di dua situs ini Facebook dan Twitter. Mereka seaakan tahu kebiasaan masyarakat sekarang yang mulai “ketergantungan” terhadap teknologi, dan memanfaatkannya dengan berpromosi di ranah ini. Sehingga mereka menebar sensasi-sensasi yang “wow” untuk menarik perhatian dari masyarakat dan mendapat sorotan, sehingga mereka bisa eksis dan terkenal!

Karena menurut pengamatan saya, apabila seorang politikus/artis/tokoh masyarakat menyapa masyarakat/fansnya akan lebih efektif bila dilakukan dengan teknologi dibandingkan harus capek-capek turun kelapangan dan melakukan say hello disana, mending cukup say hello di twitter atau facebook maka sambutan dari masyarakat pun akan sangat meriah. Sedangkan untuk menunjukan aktifitasnya juga daripada langsung memperlihatkan ke masyarakat satu-persatu kan capek, jadi mereka sekarang menggunakan socmed seperti instagram atau  path.

Cara pandang masyarakat sekarang memang sangat berubah drastis, masyarakat lebih cenderung memilih atau meng”eksis” kan mereka yang beraktifitas lebih banyak di socmed terlebih dahulu, ketimbang memilih-milih dari segi kualitas, ataupun efektifitas dan pengaruh mereka bagi kita. << dan ini adalah efek buruk yang penulis tidak suka :]

4.    Pemerintah




Ya! Yang terakhir adalah pemerintah. Kenapa? Waduh semua juga pasti sudah tahu dong, hampir semua lapisan pemerintahan punya akun socmed, bahkan Presiden kita sekalipun.

Seakan tidak mau ketinggalan dengan 3 golongan sebelumnya, pemerintah pun sudah lebih sadar dan melek teknologi (haha harusnya ini dari dulu). Mereka sadar akan sangaat berperannya teknologi dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama masyarakat Indonesia. Sehingga mereka memilih untuk bergabung dengan masyarakat.

Tapi kalau kita perhatikan baik-baik, para petinggi negara yang mempunyai akun socmed, di dunia socmed mereka kurang dihargai malah kadang di cemooh oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Entah apa maksud mereka? Tapi dengan begitu berimbas kepada wibawa pemerintah yang jadi turun, dan kesannya masyarakat menggap pemerintah itu tidak efektif. Lebih sibuk berkecimpung dan mengatasi masalah-masalah di socmed ketimbang dunia  sosial asli. :3

Mereka memilih menginfokan kegiatan-kegiatan terbaru atau keputusan-keputusan baru dari pemerintah melalui  socmed ini, (mungkin karena melihat masyarakat yang sedang sangat latah akan teknologi) padahal kalau kita tau masyarakat yang kurang mampu di Indonesia ini jauh lebih banyak dibanding mereka yang mampu dalam artian dapat mengakses internet atau menggunakan teknologi-teknologi baru. Mereka yang tidak mampu akan semakin tertinggal, mereka tidak mendapatkan info-info terbaru lagi, mereka seaakan sengaja ditinggal. Karena Pemerintah lebih memilih menjaga “eksistensi” ketimbang efektifitas. :’(

Seharusnya pemerintah melukukan penyeimbangan dan pemerataan teknologi terlebih dahulu, agar dapat setara dalam semua kalangan. Dan tidak ada yang di anak tiri kan.

Okeh, kesimpulannya yang dapat saya ambil yaitu :

“Teknologi memang sangat bagus dan berperan penting dalam kehidupan sosial di zaman ini, namun jangan sampai hal itu membuat kita lupa dan mengesampingkan aspek-aspek lainnya. Ingat Allah pun tidak suka terhadap sesuatu yang berlebihan. Kita memang perlu ‘melek’ teknologi tapi kita juga perlu ‘melek’ sosial.”

Tapi meungkin kesimpulan yang dapat pembaca simpulkan berbeda dari saya. So? Simpulkan sendiri yaa... kan tiap individu mempunya pendapat yang berbeda..

Kalau berkenan silahkan tinggalkan komentar ;)

2 comments:

  1. mantap gan please follow my blog : http://kimhongwang1509.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. Terima kasih ya gan atas artikelnya, thanks for sharing :) inspiratif..!!!

    ReplyDelete

Kembali ke atas